Kisah Sukses Penjual Makaroni Pedas, Bisa Kuliah dan Juga Beli Rumah

Kisah Sukses Penjual Makaroni Pedas, Bisa Kuliah dan Juga Beli Rumah

PRODUK MATANG, 02 Februari 2022

Facebook Google+ Twitter

Berawal dari jualan makaroni pedas dengan harga Rp 500, Dapat meraih kesuksesan dengan bisa menanggung biaya kuliah-nya dan juga membeli rumah. Semua hal dilakukan dengan doa dan usaha, hal tersebut pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal. Itulah yang dirasakan oleh Ade Nurhayati, perempuan asal Tasikmalaya yang sukses berjualan makaroni.

Saat Ade masih duduk di bangku SMK. Dia terpikiran untuk berjualan makaroni pedas dengan harga Rp 500 per bungkusnya. Ia berjualan dengan menitipkan ke kantin di sekolah.

"Jadi dulu saya sekolah SMK ngambil jurusan pemasaran, dan ada kantin namanya UP (unit produksi) yang jaga murid pemasaran, nah pas jaga, saya kepikiran, masa saya gak bisa jualan. Akhirnya saya mencoba berfikir produk apa yg laku, dan muncullah ide berjualan makaroni. Dengan modal Rp 9 ribu dan labanya bisa buat beli hp," ujar Ade.

Karena banyak yang tertarik, Ade memberanikan diri untuk menawarkan produk makaroni-nya langsung ke teman-teman kelasnya. Ade Nurhayati berjualan dengan sistem Pre Order. Kemudian, Ade membuat brand makaroni dengan merek Makaroni Zadut. Dia membuat label untuk kemasan yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas lab komputer di sekolahnya. "Labelnya bikin di lab, gratis, ditungguin ibu guru lagi sampai sore banget, sampai sekolah sepi," ujar Ade Nurhayati.

Saking larisnya, Ade pernah membuat pesanan hingga 25 kilogram makaroni untuk dibawa ke sekolah. Untuk menyiapkan pesanan tersebut, ia sampai tidur larut malam. Semakin berjalannya waktu, Ade Nurhayati melakukan inovasi dengan menawarkan tingkat kepedasan makaroninya mulai dari level 1 - 10. Ade kemudian memberanikan diri untuk menitip makaroninya ke minimarket lokal dan juga warung sekitar.

"Saya persiapkan semua sendiri. Dari mulai belanja makaroni sendiri saat masih memakai baju sekolah dengan naik angkot. Sampai nitip makaroni ke minimarket pun masih memakai baju sekolah," ujarnya.

Namun tak disangka, hasil dari jualan makaroni tersebut membuat ia berhasil membeli handphone dan motor. Bukan hanya itu, ia juga bergabung dalam komunitas untuk meningkatkan hasil penjualan makaroninya. Keseriusannya dalam berusaha membuat Ade Nurhayati aktif mengikuti pameran wisata kuliner Tasikmalaya, ia pun berjualan di sana. Usaha memang tak mengkhianati hasil. Ade berhasil masuk kuliah dan membeli rumah dari usaha jualan makaroni. Usahanya tersebut dilakukan untuk bisa mandiri dan membahagiakan orangtuanya. Bahkan banyak orang dari berbagai daerah yang tertarik untuk menjadi reseller dari makaroni buatannya.

"Alhamdulillah rasanya seperti mimpi bisa kuliah sampai lulus dengan biaya dari hasil jualan makaroni. Kita semua bisa meraih mimpi asal terus berdoa dan berusaha. demi keluarga," ujar Ade.