Kacang Kedelai Dapat Mencegah Kanker
PRODUK MATANG, 05 Mei 2017
Bagi sebagian banyak vegetarian dan para pengidap intoleransi laktosa, kedelai adalah sumber kalsium dan protein. Konon, kedelai bisa mencegah kanker payudara. Namun, kedelai juga disebut memicu kanker. Mana yang benar?
Olahan kedelai dikenal seperti tahu, tempe, susu kedelai, kecap, dan sebagainya. Namun menurut sebuah penelitian dunia Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), hampir 60% makanan di supermarket mengandung kacang kedelai. Contohnya roti, tepung, minyak, tuna, kopi, dan sosis.
Kedelai mengandung fitoestrogen (isoflavon) bernama genestein dan daidzein dalam jumlah besar. Bahan kimia nabati ini meniru hormon estrogen meski dalam skala yang jauh lebih lemah.
Salah satu faktor risiko kanker payudara adalah kadar estrogen yang tinggi. Kekhawatiran muncul ketika riset menemukan bahwa fitoestrogen jenis ini meningkatkan risiko kanker pada tikus.
Didunia ini para peneliti kanker payudara termasuk Dr. Kellie Bilinski, tikus memiliki metabolisme yang sangat berbeda dengan manusia. "Jadi kita juga tidak dapat menerapkan hasil studi ini kepada manusia. Lagi pula, tikus-tikus tersebut diberi dosis besar yang tak mungkin kita konsumsi," kritik Bilinski.
Sampai saat ini juga belum ada penelitian yang pasti pada manusia yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai bisa jadi berbahaya. Faktanya, riset pada wanita Asia menemukan bahwa fitoestrogen malah memiliki efek melindungi tubuh dari kanker payudara.
"Kedelai biasanya juga bisa membantu untuk melindungi sel-sel unik didalam tubuh dari estrogen yang dihasilkan tubuh sendiri. Buktinya, wanita Asia memiliki angka kanker payudara lebih rendah. Sayangnya, di daerah Barat sendiri, kita tak mengonsumsi kedelai dalam kadar yang sama tinggi," jelas Tim Crowe, associate professor gizi di Deakin University.
Dewan Kanker Australia mengatakan bahwa meski bukti ilmiah efek kedelai dalam mencegah kanker belum pasti. Organisasi ini menganjurkan orang-orang untuk mengonsumsi makanan berbahan kedelai sebagai bagian dari pola makan bervariasi dan bergizi.
"Jika ada efek samping fitoestrogen pada tumor yang sensitif terhadap hormon, kedelainya harus dalam konsentrasi tinggi. Akan Jauh lebih tinggi lagi daripada yang Anda yang akan ditemukan dalam sebuah makanan," ujar Professor Ian Olver dari Dewan Kanker Australia.
Ia meyakinkan bahwa tak masalah jika makanan berbahan kedelai disajikan dalam jumlah sedang. "Fitoestrogen alami di dalamnya adalah antioksidan dan Kita juga dianjurkan untuk harus lebih banyak mengonsumsinya," kata Olver
Iapun menyarankan kita sebaiknya tak hanya berfokus pada efek makanan di satu penyakit. Karena mau tak mau, makanan tersebut bisa saja juga akan sangat bermanfaat bagi pencegahan dan penyembuhan penyakit lainnya juga.
Selain kanker payudara, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa kedelai bisa menurunkan risiko kanker prostat, lambung, endometrium (pada wanita perimenopause dan pascamenopause), pharynx, kerongkongan, pankreas, dan usus. Akan tetapi Dewan Kanker khususnya daerah Australia mengatakan bahwa bukti-buktinya tak cukup untuk menarik kesimpulan.
Penelitian menunjukkan bahwa 1-2 porsi makanan kedelai alami per hari terbukti menurunkan kadar kolesterol. Tipe kacang kedelai juga tinggi akan zat protein, serat, zat besi, dan asam lemak omega-3, serta rendah lemak jenuh.
"Bagi vegetarian dan orang-orang yang tak banyak mengonsumsi daging merah, kedelai adalah makanan yang baik. Anda juga mengonsumsi produk olahan susu sapi, kedelai juga bisa jadi sumber kalsium yang baik," jelas Bilinski.
Ia menambahkan bahwa makanan berbahan kedelai tak hanya mengandung isoflavon, tapi juga ratusan zat kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. "Dan apabila anda mengonsumsi makanan tersebut juga dalam jumlah tepat dan mengurangi intensitas junk food yang selama ini anda konsumsi, akan baik bagi kesehatan Anda," tutup Bilinski. info mengenai aneka kripik dan camilan lain klik DISINI




